
MANUSELANEWS.COM
Wisuda ke-16 STKIP Gotong Royong Masohi, Kalasum Selehulano Siapkan Pembukaan Program Studi Baru
DAERAHPENDIDIKAN
10/20/20262 min baca


MASOHI, MANUSELANEWS.COM. – Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Gotong Royong Masohi kembali menggelar prosesi wisuda sarjana pendidikan untuk ke-16 kalinya sejak perguruan tinggi tersebut berdiri pada 2003. Dalam wisuda yang berlangsung pada Selasa (20/10/2026), sebanyak 150 wisudawan dan wisudawati resmi menyelesaikan pendidikan mereka pada tiga program studi yang tersedia.
Ketua STKIP Gotong Royong Masohi, Kalasum Selehulano, S.Pd.I., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya prosesi wisuda tersebut. Ia menjelaskan, dari total 150 lulusan, sebanyak 38 orang berasal dari Program Studi Pendidikan Matematika, 53 orang dari Program Studi Pendidikan Biologi, dan 59 orang dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.
Selain menjadi momentum kelulusan mahasiswa, wisuda kali ini juga menjadi kesempatan bagi pihak kampus untuk mengevaluasi arah pengembangan institusi, terutama terkait rencana pembukaan program studi baru.
Kalasum menegaskan bahwa pengembangan perguruan tinggi harus mengacu pada regulasi yang berlaku serta mempertimbangkan kebutuhan dan potensi daerah.
Menurutnya, Maluku Tengah memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, dan hortikultura yang dapat menjadi bahan pertimbangan dalam merancang program studi baru.
Ia mengatakan, rencana pengembangan tersebut akan dibahas melalui rapat senat dan dikomunikasikan dengan pihak yayasan untuk menentukan langkah strategis ke depan.
Pembukaan program studi baru dinilai penting sebagai bagian dari upaya memperluas cakupan keilmuan kampus sekaligus mempersiapkan STKIP Gotong Royong Masohi menuju pengembangan kelembagaan yang lebih besar, termasuk kemungkinan bertransformasi menjadi institut sesuai ketentuan yang berlaku.
Kalasum juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati Maluku Tengah dalam prosesi wisuda tersebut. Menurutnya, kehadiran kepala daerah menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah, terutama dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia. Ia berharap kolaborasi yang selama ini telah berjalan dapat terus ditingkatkan melalui kerja sama yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Lebih lanjut, Kalasum mengungkapkan bahwa sejak memimpin STKIP Gotong Royong Masohi pada 2018, dirinya berupaya melakukan pembenahan tata kelola perguruan tinggi, termasuk dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi yang meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.
Ia menilai pembenahan standar akademik, tata kelola, dan pengembangan dosen menjadi fondasi penting untuk meningkatkan kualitas institusi sebelum melangkah pada pembukaan program studi tambahan.
Menutup keterangannya, Kalasum berharap STKIP Gotong Royong Masohi dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan di Kabupaten Maluku Tengah.
Ia menegaskan bahwa evaluasi akademik, penguatan tata kelola, pembukaan program studi baru, serta sinergi dengan pemerintah daerah akan menjadi bagian penting dari agenda pengembangan kampus ke depan.
