
, MANUSELANEWS.COM
Tangki Pertalite SPBU Batas Kota Bocor, Pengisian Motor Dibatasi 3 Liter
DAERAH
8/27/20261 min baca


MASOHI, MANUSELANEWS.COM. – Pelayanan pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di SPBU Batas Kota, Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, mengalami pembatasan. Pengendara sepeda motor hanya diperbolehkan mengisi maksimal 3 liter, sedangkan kendaraan roda empat dibatasi hingga 30 liter.
Pembatasan tersebut diberlakukan menyusul kondisi tangki penampungan Pertalite di SPBU tersebut yang dilaporkan mengalami kebocoran.
Kondisi ini menjadi perhatian masyarakat, terutama pengendara sepeda motor yang mengandalkan Pertalite untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Pembatasan pengisian juga menimbulkan pertanyaan mengenai kondisi pelayanan BBM di SPBU Batas Kota.
Saat ditemui Manuselaintermedia.com, petugas/pengawas SPBU Batas Kota membenarkan adanya pembatasan tersebut. Ia menjelaskan, kebijakan itu dilakukan karena tangki penampungan Pertalite mengalami kebocoran sehingga pelayanan harus disesuaikan dengan kondisi yang ada.
“Untuk sementara pengisian Pertalite dibatasi. Motor maksimal tiga liter, sedangkan mobil sampai 30 liter. Ini karena tangki Pertalite mengalami kebocoran,” ujar petugas tersebut.
Menurutnya, tangki yang bermasalah merupakan salah satu fasilitas penampungan Pertalite yang digunakan dalam pelayanan kepada konsumen. Kondisi tersebut membuat pihak SPBU belum dapat memberikan pelayanan seperti biasanya.
Belum diketahui secara pasti kapan perbaikan tangki akan selesai dan pelayanan kembali normal. Pihak SPBU masih membutuhkan waktu untuk melakukan penanganan terhadap kerusakan tersebut.
Pembatasan ini pun membuat masyarakat harus menyesuaikan kebutuhan BBM, khususnya pengendara sepeda motor yang menggunakan Pertalite sebagai bahan bakar utama untuk aktivitas harian.
Masyarakat berharap pihak pengelola SPBU dapat segera menyelesaikan perbaikan tangki sehingga pelayanan kembali normal. Selain itu, kepastian mengenai proses dan waktu perbaikan dinilai penting agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas dan dapat menyesuaikan kebutuhan BBM mereka.
Selama proses perbaikan berlangsung, masyarakat juga diharapkan mengikuti ketentuan yang diberlakukan petugas demi menjaga kelancaran pelayanan di SPBU Batas Kota.
Kebocoran tangki bukan sekadar soal pembatasan tiga liter. Bagi masyarakat, kepastian pelayanan BBM menyangkut mobilitas dan aktivitas ekonomi sehari-hari. Karena itu, perbaikan yang cepat dan informasi yang terbuka menjadi hal yang paling ditunggu.
