
, MANUSELANEWS.COM
Satlantas Polres Maluku Tengah Rangkul Pengemudi Maxim, Perkuat Budaya Tertib Berlalu Lintas
DAERAH
6/6/20262 min baca


MASOHI, MANUSELANEWS.COM. – Menjelang pelaksanaan Operasi Patuh Salawaku 2026, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Maluku Tengah terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk komunitas pengemudi ojek online Maxim.
Melalui pendekatan yang humanis dan edukatif, Satlantas mengajak seluruh pengguna jalan untuk bersama-sama membangun budaya tertib berlalu lintas demi keselamatan dan kenyamanan bersama.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (6/6/2026) tersebut menjadi bagian dari upaya Polres Maluku Tengah dalam menyosialisasikan pelaksanaan Operasi Patuh Salawaku 2026 yang akan berlangsung selama 14 hari, mulai 8 hingga 21 Juni 2026.
Kasat Lantas Polres Maluku Tengah, IPTU Wahyu Shofhan, S.Tr.K., S.I.K., M.H., CPHR, menegaskan bahwa operasi yang akan digelar bukan semata-mata berorientasi pada penindakan, melainkan lebih mengedepankan upaya edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan berlalu lintas.
“Kami mengutamakan pendekatan yang humanis. Tujuan utama operasi ini bukan hanya melakukan penindakan, tetapi membangun kesadaran masyarakat agar lebih tertib, disiplin, dan aman saat berada di jalan raya,” ujar IPTU Wahyu.
Menurutnya, berdasarkan kondisi dan karakteristik wilayah Kabupaten Maluku Tengah, terdapat beberapa pelanggaran yang menjadi perhatian serius, terutama pengendara yang melawan arus serta penggunaan knalpot racing atau knalpot brong yang menimbulkan kebisingan dan keresahan di tengah masyarakat.
Ia menjelaskan, langkah penertiban terhadap knalpot racing dilakukan sebagai respons atas banyaknya keluhan yang disampaikan warga, termasuk tokoh-tokoh agama, terkait gangguan kebisingan yang sering terjadi, terutama pada malam hari.
“Penindakan ini bukan tanpa alasan. Banyak laporan dan aspirasi masyarakat yang kami terima, termasuk dari para tokoh agama seperti pendeta dan pastor, yang mengeluhkan suara bising knalpot racing karena mengganggu kenyamanan dan ketenangan lingkungan,” jelasnya.
Selain knalpot racing, Satlantas Polres Maluku Tengah juga terus melakukan penertiban terhadap penggunaan perlengkapan kendaraan yang tidak sesuai standar keselamatan, termasuk modifikasi tertentu pada kendaraan umum maupun kendaraan pribadi yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Dalam kesempatan tersebut, IPTU Wahyu turut memberikan apresiasi kepada komunitas pengemudi Maxim yang selama ini aktif mendukung berbagai program keselamatan lalu lintas yang digagas Satlantas Polres Maluku Tengah.
Sejak mulai bertugas di Maluku Tengah pada Januari 2026, hubungan kemitraan antara Satlantas dan komunitas Maxim terus terjalin melalui berbagai kegiatan, mulai dari silaturahmi Ramadan, kampanye keselamatan berlalu lintas, hingga deklarasi keselamatan jalan.
“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada rekan-rekan pengemudi Maxim yang selama ini selalu bersinergi bersama Satlantas. Saya melihat sendiri bagaimana teman-teman berupaya mengutamakan keselamatan saat memberikan pelayanan kepada penumpang,” ungkapnya.
Kasat Lantas juga mengingatkan seluruh pengemudi untuk menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama dalam setiap perjalanan, karena keselamatan tidak hanya menyangkut diri sendiri, tetapi juga keluarga dan masyarakat yang dilayani.
“Pesan saya sederhana, utamakan keselamatan. Karena keselamatan bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk keluarga yang menunggu di rumah dan masyarakat yang mempercayakan perjalanan mereka kepada kita,” pesannya.
Melalui program unggulan bertajuk “Jalan Manise”, Satlantas Polres Maluku Tengah terus berupaya menciptakan lingkungan lalu lintas yang aman, nyaman, tertib, dan berkeselamatan. Program tersebut menjadi wujud komitmen Polri dalam menghadirkan jalan raya yang lebih ramah bagi seluruh pengguna jalan.
Dengan semangat kolaborasi, kepedulian, dan tanggung jawab bersama, Satlantas Polres Maluku Tengah berharap kesadaran masyarakat untuk mematuhi aturan lalu lintas semakin meningkat sehingga angka pelanggaran maupun kecelakaan dapat ditekan.
Melalui Operasi Patuh Salawaku 2026, Polres Maluku Tengah menargetkan terciptanya budaya berlalu lintas yang lebih disiplin dan berkeselamatan, sebagai bagian dari upaya mewujudkan Maluku Tengah yang aman, nyaman, dan harmonis bagi seluruh masyarakat. (MN-01).
