
, MANUSELANEWS.COM
Reses di Malteng, Nono Sampono Serap Aspirasi dan Soroti Isu Prioritas
EKONOMI
5/6/20262 min baca


MASOHI, MANUSELANEWS.COM. – Anggota Komite II DPD RI, Nono Sampono, menjadikan Kabupaten Maluku Tengah sebagai fokus kunjungan reses keduanya tahun ini. Dalam agenda yang berlangsung Rabu (6/5/2026),
ia menegaskan komitmennya untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat sekaligus mencari solusi atas berbagai persoalan daerah.
Sebagai anggota Komite II yang membidangi pertanian, kelautan, perikanan, dan pariwisata, Nono menilai pentingnya mendengar langsung kondisi di lapangan.
“Kali ini saya fokus di Maluku Tengah, membahas sektor-sektor sesuai tugas kami, mulai dari pertanian, perikanan, kelautan hingga SDM pariwisata,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam satu tahun dirinya melakukan sedikitnya lima kali kunjungan ke berbagai daerah sebagai bagian dari upaya menyerap aspirasi dari tingkat bawah.
Dalam kunjungannya, Nono turut menyoroti sejumlah persoalan mendesak yang dirasakan masyarakat. Ia menyebut ada empat isu utama yang perlu mendapat perhatian serius, yakni pengelolaan sampah, penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), penataan pasar, serta persoalan permukiman dan kependudukan.
“Ini bukan hanya isu lokal, tetapi juga menjadi perhatian nasional. Kita harus menentukan mana yang menjadi prioritas untuk segera ditindaklanjuti,” tegasnya.
Menurutnya, persoalan sampah bahkan telah menjadi isu global yang membutuhkan penanganan serius dan terintegrasi. Sementara itu, PMK dinilai berdampak langsung terhadap sektor peternakan dan ekonomi masyarakat.
Selain itu, Nono juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mendorong pembangunan daerah, termasuk sektor pertanian, kelautan, pertambangan, hingga pariwisata. Infrastruktur seperti bandara, kata dia, juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi.
Ia memastikan seluruh aspirasi yang dihimpun akan diselaraskan dengan kebutuhan daerah lain agar memiliki kekuatan dalam pembahasan di tingkat nasional.
“Semua usulan tidak berdiri sendiri. Kita padukan dengan daerah lain supaya lebih kuat saat dibahas di pusat,” jelasnya.
Meski demikian, Nono menegaskan bahwa peran pemerintah daerah tetap menjadi kunci utama dalam menentukan arah pembangunan.
“Bupati memiliki kewenangan besar dalam menentukan prioritas daerah. Kami di pusat akan mendorong dan mengawal, tetapi pelaksanaan tetap ada di daerah,” ujarnya.
Ia juga berencana melakukan kunjungan lanjutan ke sejumlah dinas teknis untuk menggali informasi lebih mendalam sebelum membawa hasilnya ke tingkat pusat.
Kunjungan reses ini mencerminkan pentingnya kehadiran wakil daerah dalam mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Dari persoalan sampah hingga pengembangan pariwisata, seluruhnya menjadi bagian dari upaya mendorong pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan di Maluku Tengah. (MN-01).
