, MANUSELANEWS.COM

Pembelajaran Dimulai 15 Agustus, DPRD Pastikan Sekolah Rakyat Hollo Siap Digunakan

DAERAH

8/11/20262 min baca

MASOHI, MANUSELANEWS.COM. – Komisi IV DPRD Kabupaten Maluku Tengah meninjau kesiapan gedung Sekolah Rakyat di Kelurahan Hollo, Kecamatan Amahai, Selasa (11/8/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan sarana dan prasarana, proses penerimaan peserta didik, hingga kesiapan pelaksanaan pembelajaran berjalan sesuai tujuan program.

Rombongan Komisi IV dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Maluku Tengah, Musriadin Labahawa, didampingi Wakil Ketua Subhan Nur Fatta serta anggota Franki Loupatty, Izaack Sitaniapessy, Nirmala Pattikawa dan Intan Nasri. Turut hadir Kepala Dinas Sosial Maluku Tengah Ruslan Yusuf Wailissa dan Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi, Radit Jamair.

Musriadin mengapresiasi pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat di daerah tersebut. Menurutnya, program ini bukan sekadar pembangunan gedung sekolah, tetapi harus menjadi jalan keluar bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

“Gedungnya boleh megah, fasilitasnya boleh lengkap, tetapi ukuran keberhasilan Sekolah Rakyat adalah ketika anak-anak yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan benar-benar mendapatkan kesempatan belajar dan masa depan yang lebih baik,” tegas Musriadin.

Ia mengatakan, hasil peninjauan menunjukkan pembangunan gedung Sekolah Rakyat di Hollo telah berjalan dengan baik dan didukung fasilitas yang cukup memadai. Namun, besarnya dukungan anggaran harus berbanding lurus dengan manfaat yang dirasakan masyarakat.

Karena itu, Komisi IV DPRD meminta seluruh pihak memastikan proses penerimaan peserta didik dilakukan secara tepat sasaran. Anak-anak dari keluarga miskin, fakir dan terlantar harus menjadi prioritas utama sesuai semangat program Sekolah Rakyat.

“Jangan sampai anak yang seharusnya menjadi sasaran justru kehilangan kesempatan. Sekolah Rakyat harus benar-benar hadir untuk mereka yang membutuhkan, bukan hanya bagi mereka yang paling mudah dijangkau,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Maluku Tengah, Ruslan Yusuf Wailissa, menjelaskan bahwa tahapan pelaksanaan program telah dimulai melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sejak 14 Juli 2026 yang dibuka langsung oleh Menteri Sosial.

Menurutnya, proses pembelajaran di gedung baru Sekolah Rakyat Hollo dijadwalkan mulai 15 Agustus 2026.

“Kami terus memastikan seluruh kebutuhan pendukung, baik dari sisi sarana, tenaga pendidik maupun peserta didik, sehingga ketika pembelajaran dimulai pada 15 Agustus, Sekolah Rakyat sudah benar-benar siap memberikan pelayanan pendidikan,” kata Ruslan.

Kehadiran Sekolah Rakyat di Maluku Tengah diharapkan menjadi instrumen penting untuk memperluas akses pendidikan sekaligus memutus mata rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Bagi DPRD Maluku Tengah, pengawasan akan terus dilakukan agar program tersebut tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi benar-benar memberikan dampak bagi anak-anak dan keluarga yang menjadi sasaran.

“Ini bukan hanya tentang membangun sekolah, tetapi membangun harapan. Dari tempat ini kita ingin lahir anak-anak Maluku Tengah yang memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan,” tandas Musriadin. (MN-01).