
, MANUSELANEWS.COM
Paskibraka SMA Negeri 4 Malteng, Bukan Sekadar Baris-Berbaris
DAERAH
8/21/20262 min baca


MASOHI, MANUSELANEWS.COM. – Kegiatan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) di SMA Negeri 4 Maluku Tengah tidak hanya diarahkan untuk membentuk keterampilan baris-berbaris, tetapi juga menjadi salah satu sarana pembentukan karakter, disiplin, tanggung jawab, dan ketangguhan siswa.
Plh. Kepala SMA Negeri 4 Maluku Tengah, Vonny Ruhulessin, mengatakan Paskibraka memberikan ruang bagi siswa untuk belajar menghadapi proses, tantangan, sekaligus membangun mental dan karakter sejak di bangku sekolah.
Menurutnya, setiap awal tahun ajaran, siswa baru yang berminat mengikuti Paskibraka terlebih dahulu menjalani proses seleksi. Seleksi tidak hanya mempertimbangkan aspek postur tubuh, tetapi juga kesiapan siswa mengikuti pembinaan yang membutuhkan ketahanan fisik dan mental.
“Paskibraka bukan hanya soal bisa baris-berbaris. Di dalam prosesnya, anak-anak belajar disiplin, bekerja keras, bertanggung jawab, dan bagaimana bertahan ketika menghadapi tantangan,” ujar Vonny.
Ia menjelaskan, proses latihan yang cukup panjang membuat tidak semua siswa mampu bertahan hingga akhir. Sebagian memilih mengundurkan diri karena merasa tidak kuat atau menyadari bahwa kegiatan tersebut tidak sesuai dengan minat dan cita-citanya.
Namun, bagi siswa yang tetap bertahan, proses tersebut justru menjadi pengalaman penting dalam membentuk karakter.
“Yang bertahan biasanya adalah mereka yang memang punya kemauan dan sudah menentukan pilihan. Dari situ mereka belajar bahwa setiap pilihan memiliki tanggung jawab yang harus dijalankan,” katanya.
Vonny menilai perubahan karakter anggota Paskibraka dapat terlihat dalam kehidupan sehari-hari. Siswa yang mengikuti kegiatan tersebut diharapkan mampu menjadi teladan bagi teman-temannya, terutama dalam hal kedisiplinan, ketepatan waktu dan tanggung jawab terhadap tugas.
Selain latihan Peraturan Baris-Berbaris (PBB), para siswa juga mendapatkan pembinaan dan motivasi yang secara tidak langsung membentuk sikap mental serta kemampuan bekerja dalam tim.
“Harapannya, anak-anak bukan hanya memiliki kemampuan PBB, tetapi juga membawa nilai-nilai yang mereka dapatkan dalam Paskibraka ke dalam kehidupan sehari-hari dan proses belajar di kelas,” tutur Vonny.
Kegiatan Paskibraka di SMA Negeri 4 Maluku Tengah sendiri terus dilaksanakan setiap tahun sebagai salah satu kegiatan ekstrakurikuler. Meskipun siswa memiliki beragam pilihan kegiatan, Paskibraka tetap menjadi salah satu kegiatan yang aktif dan diminati.
Latihan dilaksanakan dengan menyesuaikan waktu belajar siswa serta agenda pembinaan yang dikoordinasikan bersama cabang dinas pendidikan.
Di tengah perkembangan teknologi dan semakin tingginya penggunaan gadget serta media sosial di kalangan pelajar, Vonny melihat kegiatan Paskibraka memiliki relevansi tersendiri. Aktivitas tersebut memberikan ruang kepada siswa untuk berinteraksi secara langsung, membangun fokus, mengendalikan diri, serta mengembangkan kemampuan bekerja sama.
Menurutnya, tantangan pendidikan saat ini bukan hanya bagaimana meningkatkan kemampuan akademik siswa, tetapi juga membentuk generasi yang memiliki karakter kuat dan mampu menghadapi perubahan zaman.
“Anak-anak kita perlu ruang untuk belajar fokus, disiplin dan tangguh. Paskibraka menjadi salah satu wadah untuk menggali potensi yang terkadang belum terlihat sekaligus membentuk mereka agar siap menghadapi tantangan di masa depan,” pungkasnya.
