, MANUSELANEWS.COM

Musda X Golkar Maluku Tengah Jadi Momentum Refleksi dan Penguatan Peran Partai

DAERAH

4/21/20262 min baca

MASOHI, MANUSELANEWS.COM. – Musyawarah Daerah (Musda) X Partai Golkar Kabupaten Maluku Tengah tidak sekadar menjadi agenda rutin organisasi, tetapi juga momentum strategis untuk refleksi dan perumusan arah baru dalam memperkuat peran partai di tengah pembangunan daerah.

Hal tersebut disampaikan Bupati Maluku Tengah dalam sambutannya pada pembukaan Musda, Selasa (20/4/2026). Ia menilai, Partai Golkar memiliki daya tarik politik yang kuat dan tetap relevan di tengah masyarakat.

“Golkar ini sangat ‘seksi’ di Maluku Tengah,” ujarnya.

Bupati menjelaskan, istilah tersebut bukan merujuk pada makna harfiah, melainkan pada daya tarik politik yang membuat Golkar terus menjadi perhatian publik, baik dalam diskusi masyarakat maupun percakapan di ruang digital.

“Ini menandakan bahwa Golkar masih hidup, relevan, dan dicintai oleh masyarakat,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak dapat dijalankan oleh pemerintah semata. Perlu adanya kolaborasi yang kuat dengan seluruh elemen, termasuk partai politik, guna memastikan kesejahteraan masyarakat dapat terwujud secara berkelanjutan.

“Partai politik, termasuk Golkar, harus menjadi mitra strategis pemerintah. Tidak hanya hadir dalam kontestasi, tetapi juga aktif dalam kehidupan sosial masyarakat,” tegasnya.

Dalam pandangannya, Golkar memiliki fondasi filosofis yang kuat, yakni berdiri di atas semangat kemerdekaan rakyat. Nilai tersebut harus terus dijaga dan diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan sekadar jargon politik.

“Partai tidak hanya diukur dari hasil pemilu, tetapi juga dari kontribusinya dalam meningkatkan kualitas demokrasi dan kehidupan masyarakat sehari-hari,” ujarnya.

Bupati juga menilai dinamika yang terjadi menjelang Musda sebagai hal yang wajar dalam organisasi besar. Bahkan, dari proses tersebut dapat lahir pemimpin-pemimpin baru yang matang dan berintegritas.

Meski demikian, ia mengingatkan agar setiap perbedaan disikapi secara santun, dialogis, dan bermartabat.

“Perbedaan pilihan itu biasa, tetapi persatuan harus tetap dijaga. Kekuasaan harus diperoleh dan dijalankan secara konstitusional,” katanya.

Dalam kesempatan itu, ia turut mengutip pemikiran Nelson Mandela, bahwa pemimpin yang baik adalah mereka yang mampu terlibat dalam perdebatan secara terbuka, namun tetap menyadari bahwa pada akhirnya semua pihak adalah sahabat dalam perjuangan.

Menutup sambutannya, Bupati menegaskan bahwa Musda bukan ajang untuk memperlebar jarak antar kader, melainkan ruang untuk mempererat kebersamaan dalam satu rumah besar Partai Golkar.

“Kontestasi ini bukan untuk menjauhkan, tetapi untuk semakin mendekatkan. Yang harus kita jaga adalah marwah dan kekuatan partai,” pungkasnya.

Dengan semangat persatuan dan kolaborasi, Musda X Golkar Maluku Tengah diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan yang tidak hanya kuat secara politik, tetapi juga humanis serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat. (MN-01).