
MANUSELANEWS.COM
Momen Bersejarah Wisuda ke-16 STKIP Gotong Royong Masohi, Kehadiran Bupati Zulkarnain Jadi Kebanggaan Kampus
DAERAHPENDIDIKAN
10/20/20262 min baca


MASOHI, MANUSELANEWS.COM. – Wisuda ke-16 Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Gotong Royong Masohi menjadi momen istimewa dan penuh makna bagi seluruh civitas akademika. Bukan hanya karena para mahasiswa berhasil menyelesaikan perjalanan panjang pendidikan mereka, tetapi juga karena untuk pertama kalinya dalam 16 kali pelaksanaan wisuda, seorang Bupati Maluku Tengah hadir secara langsung dalam acara wisuda kampus tersebut.
Kehadiran Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, dalam wisuda yang berlangsung pada Selasa (20/10/2026) itu menghadirkan kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar STKIP Gotong Royong Masohi. Momen ini menjadi catatan penting dalam perjalanan kampus yang selama ini terus berkomitmen mencetak tenaga pendidik dan sumber daya manusia berkualitas bagi daerah.
Bagi Ketua STKIP Gotong Royong Masohi, Kalasum Selehulano, S.Pd.I., M.Pd., kehadiran kepala daerah dalam momentum akademik tersebut bukan sekadar kunjungan seremonial.
Kehadiran Bupati merupakan bentuk perhatian, penghargaan, dan dukungan moral bagi lembaga pendidikan tinggi yang telah berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat, khususnya di Kabupaten Maluku Tengah.
Dalam perjalanan 16 kali pelaksanaan wisuda, kehadiran Bupati Zulkarnain Awat Amir menjadi pengalaman yang sangat berkesan. Peristiwa ini menghadirkan harapan baru bahwa perguruan tinggi lokal semakin mendapat tempat dalam perhatian pemerintah daerah.
Bagi civitas akademika, momentum tersebut juga menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan memperluas kontribusi kampus bagi pembangunan daerah.
Lebih dari sekadar seremoni akademik, wisuda merupakan perayaan atas perjuangan panjang mahasiswa dan keluarga mereka.
Di balik toga yang dikenakan para wisudawan, ada doa orang tua, pengorbanan keluarga, kerja keras dosen, serta tekad mahasiswa untuk menyelesaikan pendidikan di tengah berbagai tantangan.
Karena itu, kehadiran seorang kepala daerah dalam momen tersebut memiliki makna emosional yang mendalam bagi mereka yang merayakan keberhasilan akademik.
Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada investasi sumber daya manusia melalui pendidikan.
Perguruan tinggi seperti STKIP Gotong Royong Masohi memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi yang berpengetahuan, berkarakter, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Dukungan pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan agenda pembangunan Maluku Tengah.
Bagi STKIP Gotong Royong Masohi, wisuda ke-16 akan dikenang bukan hanya sebagai penanda keberhasilan para lulusan, tetapi juga sebagai momentum penting yang membuka harapan baru bagi masa depan kampus.
Kehadiran Bupati Zulkarnain Awat Amir menjadi simbol bahwa dunia pendidikan membutuhkan perhatian dan kolaborasi semua pihak. Dari Masohi, para wisudawan kini melangkah membawa ilmu, harapan, dan tanggung jawab untuk memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, serta kemajuan Maluku Tengah.
