MANUSELANEWS.COM

Kualitas Udara Masohi Berada pada Kategori Sedang, Pemkab Malteng Evaluasi Karhutla.

DAERAH

10/15/20261 min baca

MASOHI, MANUSELANEWS.COM. – Sekretaris Daerah Kabupaten Maluku Tengah, Rakib Sahubawa, memimpin rapat evaluasi Tim Siaga Bencana, Kamis (15/10/2026), guna mengevaluasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang telah dilakukan pemerintah daerah sekaligus memastikan langkah tindak lanjut sesuai dengan kondisi di lapangan.

Rapat evaluasi tersebut membahas sejumlah aspek penting dalam penanganan karhutla, mulai dari perkembangan titik api, kondisi dan sebaran asap, hingga kesiapan armada pemadam. Evaluasi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memantau perkembangan situasi serta menentukan langkah penanganan yang diperlukan.

Selain aspek teknis penanggulangan kebakaran, rapat juga menyoroti dampak karhutla terhadap kesehatan masyarakat dan kegiatan belajar mengajar.

Kedua aspek tersebut menjadi perhatian karena sebaran asap berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, terutama kelompok rentan serta peserta didik di wilayah terdampak.

Berdasarkan data aplikasi IQAir pada Kamis (15/10/2026) pukul 15.00 WIT, kualitas udara di Kota Masohi berada pada kategori sedang dengan indeks 67 AQI US. Sementara itu, konsentrasi partikel halus PM2.5 tercatat sebesar 17,9 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Di sisi lain, data satelit NASA-NOAA20 mencatat sebanyak 16 titik panas di wilayah Kabupaten Maluku Tengah per 15 Oktober 2026. Data tersebut menjadi salah satu indikator yang perlu diperhatikan dalam memantau perkembangan potensi kebakaran serta menentukan kebutuhan penanganan di lapangan.

Melalui rapat evaluasi ini, pemerintah daerah meninjau kembali pelaksanaan penanganan karhutla, termasuk kesiapan armada pemadam dan perkembangan kondisi di sejumlah lokasi. Pemantauan terhadap titik panas, kualitas udara, serta dampak asap juga menjadi bagian penting dalam menentukan langkah lanjutan sesuai situasi terkini.

Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah diharapkan terus memperkuat koordinasi Tim Siaga Bencana dan meningkatkan pemantauan terhadap perkembangan karhutla.

Evaluasi secara berkala diperlukan agar langkah penanganan dapat dilakukan secara tepat sasaran, sekaligus meminimalkan dampak kebakaran terhadap kesehatan masyarakat dan aktivitas pendidikan.