, MANUSELANEWS.COM

KPM Bone Maluku Tengah Peringati Maulid Nabi, Perkuat Silaturahmi di Perantauan

DAERAH

8/23/20262 min baca

MASOHI, MANUSELANEWS.COM. – Kerukunan Perantauan Masyarakat Bone (KPM Bone) Kabupaten Maluku Tengah menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Gedung Islamic Centre, Masohi, Sabtu (22/8/2026).

Mengusung tema “Cinta Rasul, Pererat Silaturahmi: Merajut Keluarga Masyarakat Bone di Perantauan Berlandaskan Ajaran Nabi Muhammad SAW”, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan, menjaga silaturahmi, sekaligus meneguhkan peran masyarakat Bone dalam kehidupan sosial di Kabupaten Maluku Tengah.

Ketua KPM Bone Maluku Tengah, Rafudin, SH., MH., mengatakan peringatan Maulid Nabi tidak seharusnya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang untuk kembali meneladani ajaran dan akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita semua adalah umat Nabi Muhammad SAW dan hamba Allah SWT. Karena itu, jangan melihat perbedaan sebagai alasan untuk menjauh. Justru melalui perbedaan kita belajar untuk saling menghargai, saling membantu dan memperkuat persaudaraan,” ujar Rafudin.

Menurutnya, masyarakat Bone yang berada di perantauan memiliki tanggung jawab untuk menjaga hubungan baik dengan seluruh elemen masyarakat serta memberikan kontribusi positif bagi daerah tempat mereka hidup dan beraktivitas.

Rafudin juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah yang selama ini memberikan dukungan terhadap keberadaan dan berbagai kegiatan KPM Bone.

Ia berharap dukungan tersebut dapat terus menjadi bagian dari sinergi antara masyarakat dan pemerintah dalam mendorong pembangunan daerah.

“KPM Bone bukan hanya tempat berkumpulnya orang Bone di perantauan, tetapi harus menjadi rumah bersama untuk membangun persaudaraan sekaligus memberikan kontribusi bagi Maluku Tengah,” katanya.

Apresiasi juga disampaikan kepada panitia yang telah mempersiapkan kegiatan dengan penuh tanggung jawab dan kreativitas. Rafudin turut memberikan penghargaan kepada seluruh warga KPM Bone yang telah berkontribusi, baik dalam bentuk tenaga, pikiran maupun materi.

Kontribusi tersebut, kata dia, tidak hanya datang dari warga yang berada di Masohi dan wilayah Maluku Tengah, tetapi juga dari masyarakat Bone yang berada di Ambon, Manokwari hingga Maluku Tengah bagian selatan.

Menariknya, Rafudin juga memberikan apresiasi khusus kepada mereka yang disebut sebagai “warga istimewa”, yakni masyarakat yang bukan berasal dari Bone tetapi selalu hadir dan terlibat dalam berbagai kegiatan KPM Bone.

Menurutnya, kehadiran mereka menunjukkan bahwa persaudaraan tidak dibatasi oleh asal daerah maupun latar belakang.

“Kami menyebut mereka warga istimewa. Mereka bukan orang Bone, tetapi selalu hadir, membantu dan memberikan kontribusi. Ini menunjukkan bahwa persaudaraan tidak mengenal batas daerah. Yang menyatukan kita adalah kepedulian dan kemauan untuk hidup bersama,” tuturnya.

Dalam peringatan Maulid tersebut, berbagai perlengkapan tradisi juga memiliki makna filosofis. Baku-baku dimaknai sebagai simbol kebersamaan dan semangat berbagi, sementara telur menggambarkan kehidupan dan harapan. Unsur lainnya menjadi bagian dari simbol keteguhan, persatuan, persaudaraan serta doa agar kehidupan masyarakat senantiasa memberikan manfaat bagi sesama.

Rafudin berharap nilai-nilai tersebut tidak hanya hadir dalam perayaan Maulid, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat.

Ia menegaskan, kecintaan kepada Rasulullah SAW harus diwujudkan melalui perilaku yang mencerminkan keteladanan, kepedulian dan kepedulian terhadap sesama.

“Cinta kepada Rasul bukan hanya kita ucapkan, tetapi harus kita buktikan melalui sikap. Baku jaga, baku bantu, menjaga silaturahmi dan hadir ketika saudara membutuhkan. Itulah nilai yang harus terus kita hidupkan,” pungkasnya.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut diharapkan semakin memperkuat ukhuwah masyarakat Bone di perantauan sekaligus memperluas kontribusi KPM Bone dalam kehidupan sosial dan pembangunan Kabupaten Maluku Tengah.