
, MANUSELANEWS.COM
Korwil Seram Utara Barat Buka Pendampingan Gugus Asoka
DAERAHPENDIDIKAN
9/21/20261 min baca


MASOHI, MANUSELANEWS.COM. – Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Seram Utara Barat, Tasrif Tomagola, S.Pd., M.Pd., membuka kegiatan pendampingan kelompok kerja dan belanja gagasan Gugus Asoka, Sabtu (19/9/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan tiga satuan pendidikan, yakni SDN 106 Maluku Tengah, SDN 214 Maluku Tengah, dan SDN 253 Maluku Tengah. Kegiatan menjadi bagian dari upaya penguatan kolaborasi dan pengembangan kapasitas pendidik melalui kelompok kerja di tingkat gugus.
Pembukaan kegiatan diawali dengan briefing fasilitator yang dipimpin langsung Tasrif Tomagola. Briefing dilakukan untuk mempersiapkan fasilitator sebelum pendampingan kelompok kerja berlangsung.
Dalam kegiatan tersebut, Tasrif didampingi sejumlah fasilitator Gugus Kecamatan, yakni La Djaenu, S.Pd., Yani E. Rumamelette, S.Pd., Augy Latuhihin, S.Pd., Sitti Fatma Soumena, S.Pd., dan Asriani, S.Pd.
Pendampingan kelompok kerja dan belanja gagasan menjadi ruang bagi para pendidik untuk saling berbagi pengalaman, bertukar pemikiran, serta mengembangkan gagasan yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di masing-masing satuan pendidikan.
Melalui forum tersebut, peserta tidak hanya membahas persoalan yang dihadapi dalam pelaksanaan pembelajaran, tetapi juga didorong untuk menemukan alternatif solusi melalui kolaborasi antarguru dan antarsekolah.
Keterlibatan tiga satuan pendidikan dalam Gugus Asoka diharapkan dapat memperkuat komunikasi dan kerja sama antarsekolah. Kelompok kerja juga menjadi wadah untuk membangun budaya berbagi praktik baik dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
Tasrif mengatakan, pendampingan kelompok kerja penting untuk memastikan para pendidik memiliki ruang untuk berdiskusi dan mengembangkan gagasan berdasarkan kebutuhan nyata di sekolah.
“Yang kita bangun melalui kegiatan ini adalah ruang untuk saling belajar. Setiap sekolah memiliki pengalaman dan tantangan yang berbeda, sehingga gagasan yang muncul dari para guru dapat menjadi bahan untuk memperbaiki praktik pembelajaran,” ujarnya.
Ia berharap seluruh peserta mengikuti proses pendampingan secara aktif dan tidak berhenti pada diskusi semata. Gagasan yang dihasilkan diharapkan dapat diterjemahkan menjadi langkah nyata di masing-masing sekolah.
“Belanja gagasan harus menghasilkan sesuatu yang bisa dibawa pulang dan diterapkan. Karena tujuan akhirnya adalah bagaimana proses pembelajaran di sekolah semakin baik dan memberi manfaat bagi peserta didik,” kata Tasrif.
Kegiatan pendampingan tersebut selanjutnya diharapkan dapat memperkuat peran kelompok kerja sebagai ruang kolaborasi berkelanjutan bagi pendidik di Kecamatan Seram Utara Barat.
