, MANUSELANEWS.COM

Kemenag Malteng Dorong Soahuku Jadi Kampung Moderasi Beragama dan Percontohan Maluku

DAERAH

10/5/20262 min baca

MASOHI, MANUSELANEWS.COM. – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Maluku Tengah, Gani Wael, mendorong Soahuku ditetapkan dan dikembangkan sebagai Kampung Moderasi Beragama sekaligus kampung kerukunan umat beragama di Kabupaten Maluku Tengah. Menurutnya, gagasan tersebut dapat menjadi pilot project tidak hanya bagi Maluku Tengah, tetapi juga bagi Provinsi Maluku dalam upaya memperkuat dan merawat kerukunan antarumat beragama. Senin (5/10/2026)

Gani mengatakan, kondisi kerukunan umat beragama saat ini menjadi tantangan bersama yang harus dijawab dengan langkah nyata. Kementerian Agama, baik di tingkat pusat, provinsi maupun kabupaten/kota, dituntut terus melahirkan inovasi dalam menjaga kehidupan masyarakat yang rukun. Karena itu, gagasan Ketua DPRD Maluku Tengah untuk menjadikan Soahuku sebagai Kampung Kerukunan Umat Beragama dinilai sebagai langkah penting yang perlu dikawal secara bersama.

Menurut Gani, Maluku Tengah memiliki posisi strategis dalam sejarah perkembangan daerah di Maluku. Sejumlah kabupaten lain, seperti Kabupaten Seram Bagian Barat dan Kabupaten Buru, merupakan bagian dari sejarah pemekaran dari Maluku Tengah. Karena itu, ia berharap Maluku Tengah dapat kembali menjadi sumber gagasan dan inovasi dalam merawat kehidupan orang basudara, termasuk melalui penguatan moderasi beragama dan kearifan lokal.

Ia menegaskan, konsep hidup orang basudara yang diwariskan para leluhur sebenarnya telah memiliki fondasi yang kuat. Namun, seiring perkembangan zaman, nilai-nilai tersebut dinilai mulai kehilangan ruh karena kurang dirawat secara berkelanjutan. Gani mencontohkan tradisi pela dan gandong yang dahulu mampu mempererat hubungan antarnegeri, namun kini perlu kembali diperkuat agar tidak hanya menjadi simbol sejarah, melainkan tetap hidup dalam kehidupan masyarakat.

Gani juga meminta dukungan DPRD Maluku Tengah melalui fungsi pengawasan dan legislasi. Menurutnya, program Kampung Moderasi Beragama tidak cukup hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial atau pembangunan simbol dan monumen. Diperlukan kegiatan berkelanjutan serta payung hukum yang kuat, termasuk kemungkinan penyusunan peraturan daerah, sehingga nilai-nilai kerukunan dan kearifan lokal dapat dilindungi dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Ia berharap kolaborasi antara Kementerian Agama dan DPRD dapat diperkuat hingga ke tingkat raja, kepala desa, tokoh agama, gereja, masjid, imam, pendeta dan seluruh unsur masyarakat. Gani menilai penguatan kerukunan harus dilakukan dari akar rumput dan berjalan secara berkesinambungan, bukan hanya ketika terjadi persoalan. Ia bahkan mendorong agar momentum Kampung Moderasi Beragama di Soahuku dapat menghadirkan Menteri Agama apabila mendapat dukungan penuh dari DPRD Maluku Tengah.

“Katong butuh komitmen. Fungsi legislasi harus dilakukan, harus ada aturan yang jelas untuk mengawal ini semuanya,” tegas Gani. Ia meyakini, apabila seluruh pihak memiliki komitmen, kolaborasi dan kesadaran untuk merawat warisan kehidupan orang basudara, maka Soahuku dapat menjadi mutiara kerukunan di Maluku Tengah sekaligus model yang dapat ditiru oleh daerah lain di Maluku.