
, MANUSELANEWS.COM
Kadis Pendidikan Malteng Dorong Peserta Bimtek Tularkan Ilmu Digitalisasi
DAERAHPENDIDIKAN
9/23/20261 min baca


MASOHI, MANUSELANEWS.COM. – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maluku Tengah, Husein Mukadar, mendorong peserta Bimbingan Teknis (Bimtek) Daerah Digitalisasi Pembelajaran jenjang Sekolah Dasar (SD) untuk menerapkan sekaligus membagikan ilmu yang diperoleh kepada satuan pendidikan masing-masing.
Pesan itu disampaikan Husein saat menutup kegiatan Bimtek yang berlangsung selama tiga hari, Rabu (23/9/2026).
Husein mengapresiasi Direktorat SD yang mempercayakan Kabupaten Maluku Tengah sebagai daerah pertama pelaksanaan kegiatan tersebut dari 11 kabupaten/kota di Provinsi Maluku.
Menurutnya, antusiasme peserta selama mengikuti Bimtek menunjukkan respons positif terhadap perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan.
Ia mengibaratkan digitalisasi pembelajaran sebagai “kotak Pandora” yang menyimpan banyak potensi dan manfaat yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.
“Jangan cuma sebatas sampai di ruangan ini. Setelah keluar, berakhir. Keluarkanlah ilmu yang Bapak/Ibu dapatkan itu kepada minimal di satuan pendidikan Bapak/Ibu sendiri,” tegas Husein.
Husein menyebut Kabupaten Maluku Tengah memiliki 924 satuan pendidikan, termasuk jenjang PAUD. Sementara satuan pendidikan SD dan SMP yang menjadi sasaran pengembangan digitalisasi mencapai 598 sekolah.
Karena itu, para fasilitator daerah (Fasda) diharapkan tidak berhenti pada penguasaan materi, tetapi turut memperluas pemanfaatan teknologi melalui pelatihan dan pendampingan di sekolah-sekolah.
Husein juga mengingatkan agar perangkat teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang tersedia benar-benar dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Ia mencontohkan perangkat Chromebook yang menurutnya pernah hanya digunakan untuk kepentingan asesmen, kemudian tidak lagi dimanfaatkan secara optimal hingga mengalami kerusakan.
“Jangan sampai perangkat yang sudah ada hanya digunakan sesaat. Setelah itu disimpan dan akhirnya rusak. Harus dimanfaatkan untuk mendukung pembelajaran,” ujarnya.
Menurut Husein, pemanfaatan perangkat digital perlu didukung melalui perencanaan dan penganggaran sekolah sesuai ketentuan, termasuk melalui dana BOS.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, sekolah, fasilitator, dan berbagai pihak dapat memperkuat digitalisasi pendidikan di Maluku Tengah, termasuk dalam menghadapi keterbatasan jaringan internet di wilayah kepulauan.
“Harapannya, apa yang diperoleh dalam Bimtek ini benar-benar diterapkan dan memberikan dampak bagi pembelajaran,” katanya.
Husein berharap pengembangan digitalisasi pembelajaran tidak hanya berorientasi pada penggunaan teknologi, tetapi juga mampu memperkuat literasi, numerasi, dan karakter peserta didik melalui proses pembelajaran yang lebih berkualitas.
