, MANUSELANEWS.COM

Investasi Hilirisasi Kelapa dan Pala Didukung Masyarakat, Pemkab Malteng Fasilitasi Aspirasi Adat.

DAERAH

10/4/20261 min baca

MASOHI, MANUSELANEWS.COM. – Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Pembangunan Hilirisasi Kelapa dan Pala, Sabtu (3/10/2026).

Rakor tersebut menjadi forum koordinasi untuk menyatukan langkah seluruh pihak dalam mendukung percepatan pembangunan dan investasi sektor hilirisasi di daerah.

Rakor melibatkan DPRD Kabupaten Maluku Tengah, Forkopimda, PTPN I Regional VIII, pimpinan perangkat daerah, pemerintah negeri dari Tananahu, Waraka, Liang dan Sahulau, Kecamatan Teluk Elpaputih, serta tokoh masyarakat dan tokoh adat.

Dalam forum tersebut, seluruh pihak melakukan koordinasi dan penyamaan langkah guna memastikan proses pembangunan serta investasi hilirisasi kelapa dan pala dapat berjalan secara tertib, terarah, dan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat serta pembangunan daerah.

Dukungan terhadap investasi dan pembangunan hilirisasi juga disampaikan oleh masyarakat, termasuk masyarakat adat. Hilirisasi kelapa dan pala dinilai dapat membuka peluang lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Maluku Tengah.

Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah bersama DPRD juga menyatakan komitmennya untuk memfasilitasi aspirasi masyarakat adat Tananahu terkait ruang hidup masyarakat. Aspirasi tersebut akan difasilitasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan serta kewenangan pemerintah daerah.

Koordinasi antara pemerintah daerah, DPRD, pihak perusahaan, pemerintah negeri, masyarakat adat, dan para pemangku kepentingan lainnya diharapkan dapat menciptakan iklim investasi yang kondusif sekaligus memastikan pembangunan hilirisasi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Melalui percepatan hilirisasi kelapa dan pala, Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah mendorong agar potensi komoditas daerah tidak hanya dipasarkan dalam bentuk bahan mentah, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah. Hilirisasi berjalan, investasi tumbuh, masyarakat sejahtera.