
MANUSELANEWS.COM
Hari Santri di Malteng Jadi Momentum Merawat Keberagaman dan Persatuan Bangsa
DAERAH
10/17/20261 min baca


MASOHI, MANUSELANEWS.COM. – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Maluku Tengah bersama Kementerian Agama dan Pemerintah Daerah menyiapkan sejumlah kegiatan untuk menyemarakkan peringatan Hari Santri Nasional 2026. Rangkaian kegiatan ini mengusung semangat kebersamaan, keberagaman, dan moderasi beragama. Sabtu (17/10/2026)
Ketua Panitia Hari Santri Kabupaten Maluku Tengah, Gus Hasan Firdaus, ST., M.Si., mengatakan rangkaian kegiatan diawali dengan kick-off dan dikolaborasikan dengan sejumlah agenda daerah, seperti HUT Kota Masohi, Sumpah Pemuda, Festival Banda Heritage, dan Hari Pahlawan.
Menurutnya, keterkaitan Hari Santri dengan Resolusi Jihad dan perjuangan 10 November menjadi bagian penting dalam memahami sejarah perjuangan bangsa.
Hasan menjelaskan, sejumlah kegiatan telah dirancang, mulai dari aksi bersih-bersih fasilitas ibadah, kirab Hari Santri, khitanan massal, hingga santunan bagi kaum dhuafa.
Khitanan massal tersebut terbuka bagi masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama, sebagai wujud nyata semangat toleransi dan kepedulian sosial.
Panitia juga merencanakan seminar nasional bertema Santri dan Kebangsaan. Sejumlah tokoh direncanakan menjadi narasumber, termasuk Yeni Wahid dan Kiai Zulfa Mustafa. Berdasarkan keterangan Hasan, Kiai Zulfa Mustafa telah menyatakan kesediaannya untuk hadir. Selain itu, materi moderasi beragama juga direncanakan disampaikan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Maluku Tengah, Gani Wael, menegaskan bahwa pelaksanaan kegiatan merupakan hasil kolaborasi PCNU, Kementerian Agama, dan Pemerintah Daerah.
Ia menyebutkan, rangkaian Hari Santri tahun ini dirancang berbeda dengan tetap mempertahankan nilai-nilai utama kesantrian serta memperkuat moderasi beragama.
Menurut Gani, kegiatan akan dilaksanakan di sejumlah lokasi, termasuk pondok pesantren dan berbagai rumah ibadah, seperti masjid, vihara, pura, dan gereja.
Pendekatan tersebut diharapkan menjadi gambaran nyata kehidupan masyarakat yang saling menghormati perbedaan dan menjaga kerukunan antarumat beragama.
Rangkaian kegiatan direncanakan mencapai puncaknya pada 31 Oktober 2026 melalui Istighosah Akbar dan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan negara.
Melalui kolaborasi ini, PCNU, Kementerian Agama, dan Pemerintah Daerah berharap peringatan Hari Santri tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga memperkuat persatuan, kepedulian sosial, dan komitmen merawat keberagaman di Kabupaten Maluku Tengah.
