
, MANUSELANEWS.COM
Hadapi Ancaman El Nino, Dinas TPH Maluku Tengah Siapkan 49 Unit Irigasi Perpompaan untuk Jaga Produksi Pertanian
DAERAH
7/27/20261 min baca


MASOHI, MANUSELANEWS.COM. – Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) terus memperkuat langkah antisipasi menghadapi dampak perubahan iklim dan fenomena El Nino yang berpotensi mengganggu produktivitas sektor pertanian.
Kepala Dinas TPH Kabupaten Maluku Tengah, Arsad Slamat, mengatakan perubahan iklim menjadi tantangan serius yang harus diantisipasi sejak dini, terutama dalam menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian.
"Perubahan iklim saat ini menjadi tantangan bagi sektor pertanian. Karena itu kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, terutama Dinas Pekerjaan Umum, untuk memastikan ketersediaan air bagi lahan pertanian tetap terjaga," ujar Arsad.
Sebagai bentuk dukungan pemerintah pusat dalam menghadapi dampak El Nino, Kementerian Pertanian RI mengalokasikan bantuan pembangunan 49 unit irigasi perpompaan bagi Kabupaten Maluku Tengah.
Arsad menjelaskan, pada tahap pertama sebanyak 34 unit irigasi perpompaan kini sedang dalam proses pengeboran. Pembangunan tersebut diharapkan segera selesai sehingga dapat dimanfaatkan petani untuk memenuhi kebutuhan air di lahan pertanian.
"Sementara untuk 15 unit irigasi perpompaan tahap kedua, saat ini masih berada pada tahapan administrasi dan pelaksanaan Survey, Investigation, and Design (SID)," jelasnya.
Selain pembangunan jaringan irigasi perpompaan, Dinas TPH juga telah menyalurkan bantuan pompa air kepada sejumlah pemerintah desa sejak tahun 2024 hingga 2026. Bantuan tersebut bertujuan memperkuat kesiapsiagaan petani dalam menghadapi musim kemarau yang berpotensi menyebabkan kekeringan.
Menurut Arsad, hingga saat ini dampak musim kemarau terhadap produksi padi di Maluku Tengah masih relatif terkendali karena sebagian besar areal persawahan sedang memasuki masa panen.
"Untuk tanaman padi dampaknya masih relatif kecil karena sebagian besar sawah sedang panen. Namun, komoditas hortikultura lebih rentan terhadap perubahan cuaca sehingga memerlukan perhatian dan penanganan yang lebih serius," katanya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat serta instansi teknis lainnya guna memastikan ketersediaan sarana pendukung pertanian, khususnya sumber air, sehingga produktivitas pertanian tetap terjaga meskipun menghadapi ancaman perubahan iklim.
Melalui pembangunan irigasi perpompaan dan penyediaan pompa air, Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah berharap ketahanan sektor pertanian semakin meningkat, produktivitas petani tetap terjaga, serta mampu mendukung upaya mewujudkan ketahanan pangan daerah di tengah tantangan perubahan iklim global. (MN-01).
