
, MANUSELANEWS.COM
Dialog Berujung Damai, Wabup dan Kapolres Buka Jalan Trans Samasuru
DAERAH
9/14/20262 min baca


MASOHI, MANUSELANEWS.COM. – Upaya penyelesaian persoalan di Negeri Samasuru, Kecamatan Teluk Elpaputih, Kabupaten Maluku Tengah, akhirnya menemukan titik terang melalui dialog antara pemerintah dan masyarakat. Setelah mendengar langsung aspirasi warga, akses Jalan Lintas Seram (Trans Samasuru) yang sebelumnya dipalang akhirnya dibuka kembali, Senin (14/9/2026).
Wakil Bupati Maluku Tengah Mario Lawalata bersama perwakilan Pemerintah Provinsi Maluku, Ketua DPRD Maluku Tengah, Kapolres Maluku Tengah, serta sejumlah anggota DPRD Malteng turun langsung menemui masyarakat Samasuru.
Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan berbagai persoalan yang selama ini mereka hadapi. Pemerintah bersama unsur terkait kemudian mendengarkan dan membahas persoalan tersebut untuk mencari langkah penyelesaian secara bersama-sama.
Setelah dialog berlangsung, Wakil Bupati Mario Lawalata bersama Kapolres Maluku Tengah secara langsung membuka pemalangan Jalan Trans Samasuru.
Jalan yang sebelumnya ditutup sejak sekitar pukul 10.00 WIT itu kembali dapat dilalui. Dengan demikian, mobilitas masyarakat, kendaraan, serta aktivitas ekonomi dan pelayanan di kawasan tersebut kembali berjalan.
Mario menegaskan, penyelesaian persoalan di tengah masyarakat harus mengedepankan komunikasi dan pendekatan persaudaraan.
“Persoalan tidak akan selesai kalau kita saling berhadapan. Kita harus duduk bersama, saling mendengar dan mencari jalan keluar. Pemerintah hadir untuk mendengar suara masyarakat dan memastikan kepentingan bersama tetap terjaga,” ujar Mario.
Menurutnya, perbedaan aspirasi merupakan hal yang wajar dalam kehidupan bermasyarakat. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh mengorbankan kepentingan masyarakat luas, terutama akses transportasi yang menjadi kebutuhan sehari-hari.
“Jalan ini adalah akses bersama. Karena itu, mari kita jaga agar tetap terbuka. Aspirasi masyarakat tetap kita dengar dan kita perjuangkan melalui jalur yang tepat, tetapi kepentingan masyarakat banyak juga harus kita lindungi,” tegasnya.
Pembukaan kembali akses tersebut mendapat perhatian karena persoalan di Samasuru dalam beberapa hari terakhir turut berkaitan dengan polemik batas wilayah dan administrasi pendidikan yang telah lama berlangsung. Sejumlah aksi pemalangan sebelumnya bahkan berdampak pada aktivitas sekolah dan pelayanan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Samasuru dan seluruh pihak yang telah memilih menyelesaikan persoalan melalui dialog.
Pemkab berharap semangat kebersamaan, komunikasi dan kepentingan masyarakat dapat terus menjadi landasan dalam menjaga keamanan serta ketertiban di Samasuru.
“Hari ini kita tunjukkan bahwa dialog bisa membuka jalan. Bukan hanya jalan yang dipalang, tetapi juga membuka ruang untuk saling memahami dan mencari solusi bersama,” pungkas Mario.
