, MANUSELANEWS.COM

Di Bawah Langit Makkah, Petugas Haji Tutup Pengabdian dengan Haru

DAERAH

6/9/20262 min baca

MASOHI, MANUSELANEWS.COM. – Menjelang berakhirnya seluruh rangkaian pelaksanaan ibadah haji Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi, suasana haru dan penuh rasa syukur menyelimuti para petugas haji Indonesia yang selama berminggu-minggu mengabdikan diri melayani jamaah di Tanah Suci.

Di antara mereka, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Maluku Tengah, Abd Gani Wael, membagikan refleksi mendalam tentang perjalanan pengabdian yang dijalani bersama rekan-rekan petugas haji di bawah langit Makkah.

Menurut Abd Gani, tugas melayani jamaah haji bukan sekadar tanggung jawab kedinasan, melainkan amanah mulia yang diberikan Allah SWT kepada mereka untuk mendampingi, menjaga, dan memastikan para tamu Allah dapat menjalankan ibadah dengan baik dan lancar.

"Beberapa hari lagi perjalanan penuh makna ini akan sampai pada ujungnya. Satu per satu di antara kami akan kembali kepada keluarga masing-masing dengan membawa cerita dan pelajaran hidup yang sangat berharga," ungkap Abd Gani.

Ia menuturkan, kebersamaan yang awalnya dimulai dari perkenalan sederhana di antara para petugas, perlahan tumbuh menjadi ikatan persaudaraan yang kuat. Di tengah padatnya aktivitas pelayanan, mereka saling menguatkan, berbagi pengalaman, dan bekerja sama menghadapi berbagai tantangan di lapangan.

Selama menjalankan tugas, para petugas harus menghadapi berbagai situasi yang menguras tenaga dan kesabaran. Mulai dari mendampingi jamaah lanjut usia, membantu jamaah yang sakit, hingga memastikan seluruh kebutuhan pelayanan dapat terpenuhi dengan baik.

Meski demikian, semua kelelahan itu terasa terbayar ketika melihat para jamaah mampu menyelesaikan rangkaian ibadah haji dengan lancar dan khusyuk.

"Setiap tantangan yang kami hadapi menjadi pelajaran tentang kesabaran, keikhlasan, dan arti pengabdian yang sesungguhnya. Semua yang kami lakukan adalah bagian dari ibadah," katanya.

Abd Gani menjelaskan bahwa hubungan yang terjalin antara petugas dan jamaah tidak hanya sebatas pelayanan formal. Selama berada di Tanah Suci, banyak jamaah yang menjadikan petugas sebagai tempat bertanya, berbagi cerita, hingga meminta bantuan dalam berbagai kondisi.

Karena itu, menurutnya, setiap langkah pelayanan yang diberikan harus dilandasi ketulusan dan rasa tanggung jawab yang tinggi.

"Betapa besar kepercayaan yang Allah titipkan kepada kami. Kesempatan menjadi bagian dari perjalanan suci para tamu Allah adalah anugerah yang mungkin tidak datang dua kali dalam hidup," ujarnya.

Menjelang masa kepulangan ke Indonesia, rasa haru mulai menyelimuti para petugas. Bukan hanya suasana Makkah dan Masjidil Haram yang akan dirindukan, tetapi juga kebersamaan yang terjalin selama menjalankan amanah tersebut.

Momen-momen sederhana yang dipenuhi cerita, tawa, doa, dan semangat saling membantu di antara sesama petugas menjadi kenangan yang akan terus melekat dalam ingatan mereka.

Di akhir refleksinya, Abd Gani Wael menyampaikan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan Allah SWT untuk menjadi bagian dari pelayanan ibadah haji tahun ini.

Ia berharap seluruh pengabdian yang telah dilakukan, setiap langkah, tenaga, dan kesabaran yang dicurahkan para petugas dapat menjadi amal ibadah yang diterima di sisi Allah SWT.

"Bagi kami, tugas ini bukan sekadar pekerjaan. Ini adalah amanah, pengabdian, dan ibadah. Semoga setiap pelayanan yang kami berikan menjadi amal kebaikan yang bernilai di hadapan Allah SWT," tutupnya. (MN-01).