
, MANUSELANEWS.COM
Darwin–Banda Yacht Race 2026 Ditutup, Banda Kian Dikenal di Kancah Internasional
Redaksi-Malteng
DAERAH
8/8/20262 min baca


MASOHI, MANUSELANEWS.COM. – Rangkaian Darwin–Banda Yacht Race 2026 resmi berakhir di Banda Neira, Kabupaten Maluku Tengah. Penutupan kegiatan pelayaran internasional tersebut ditandai dengan Trophy Presentation & Closing Ceremony yang dihadiri Bupati Maluku Tengah, Jumat (7/8/2026).
Kegiatan yang mempertemukan para pelayar dari berbagai negara tersebut menjadi momentum penting bagi Kabupaten Maluku Tengah untuk semakin memperkenalkan Banda Neira sebagai destinasi wisata bahari, sejarah, dan budaya di mata dunia.
Darwin–Banda Yacht Race tidak hanya menjadi agenda olahraga dan wisata bahari, tetapi juga membuka ruang perjumpaan antarbangsa. Para pelayar yang datang berkesempatan mengenal lebih dekat sejarah Kepulauan Banda, kekayaan budaya, keindahan alam, serta kehidupan masyarakat setempat.
Bupati Maluku Tengah dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Ambon Sailing Community (ASC) selaku penyelenggara, seluruh peserta, aparat keamanan, relawan, pemerintah negeri, serta masyarakat Banda yang telah memberikan dukungan sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan baik.
"Darwin–Banda Yacht Race bukan sekadar perlombaan atau pelayaran. Ini adalah jembatan persahabatan yang mempertemukan masyarakat Banda dengan dunia. Laut yang dahulu menjadi jalur perdagangan rempah-rempah, hari ini kita jadikan ruang untuk membangun persahabatan, pariwisata, dan kerja sama antarbangsa," ujar Bupati.
Menurutnya, kehadiran para pelayar mancanegara memberikan nilai strategis bagi promosi pariwisata Maluku Tengah. Banda memiliki modal yang lengkap, mulai dari sejarah Jalur Rempah yang mendunia, kekayaan budaya, hingga keindahan laut dan alam yang menjadi daya tarik wisatawan.
"Banda memiliki cerita besar yang sudah dikenal dunia. Tugas kita sekarang adalah mengemas kekayaan sejarah, budaya, dan alam tersebut menjadi kekuatan pariwisata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat," katanya.
Bupati juga menilai kegiatan seperti Darwin–Banda Yacht Race dapat menjadi pintu masuk untuk memperluas jejaring internasional sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Menurutnya, meningkatnya kunjungan wisatawan akan memberikan efek berganda terhadap berbagai sektor, mulai dari penginapan, kuliner, transportasi laut, UMKM, ekonomi kreatif, hingga jasa pariwisata.
"Kita ingin pariwisata tidak hanya mendatangkan wisatawan, tetapi juga menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat. Karena itu, kegiatan internasional seperti ini harus terus kita dukung dan dikembangkan secara berkelanjutan," tegasnya.
Bupati berharap Darwin–Banda Yacht Race dapat terus dilaksanakan dan dikembangkan sebagai agenda wisata bahari internasional yang secara konsisten membawa nama Banda ke panggung dunia.
Ia juga mengajak masyarakat Banda untuk terus menjaga kebersihan, kelestarian lingkungan, keramahan, serta nilai-nilai budaya lokal sebagai modal utama dalam membangun pariwisata yang berkelanjutan.
"Banda harus kita jaga bersama. Keindahan alam dan warisan sejarah yang kita miliki bukan hanya milik generasi hari ini, tetapi merupakan warisan untuk generasi yang akan datang. Semakin banyak dunia mengenal Banda, semakin besar pula tanggung jawab kita untuk merawatnya," pungkasnya.
Penutupan Darwin–Banda Yacht Race 2026 sekaligus menegaskan bahwa Banda Neira bukan sekadar destinasi sejarah masa lalu, tetapi memiliki peluang besar menjadi salah satu pusat wisata bahari dan budaya berkelas dunia di masa depan.
