, MANUSELANEWS.COM

CFD Maluku Tengah Jadi Ruang Publik Multifungsi, Dispora Buka Peluang Kegiatan Kreatif di Akhir Pekan

DAERAH

6/4/20262 min baca

MASOHI, MANUSELANEWS.COM. – Program Car Free Day (CFD) yang digagas Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah terus berkembang menjadi ruang publik yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Tidak hanya menjadi sarana olahraga, CFD kini juga dimanfaatkan sebagai wadah pelayanan publik, pengembangan kreativitas anak, pemberdayaan pelaku UMKM, hingga mempererat kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Maluku Tengah, Sukri Uri, mengatakan pelaksanaan CFD selama ini melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melalui beragam kegiatan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, selain kegiatan senam bersama yang menjadi agenda utama, masyarakat juga dapat menikmati berbagai aktivitas edukatif dan pelayanan publik yang disediakan pemerintah daerah.

"Selain senam bersama, ada lomba menggambar, lomba mewarnai, fashion show, hingga pelayanan publik seperti perekaman KTP elektronik oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang dilakukan pada hari libur. Ini menunjukkan bahwa CFD bukan hanya soal olahraga, tetapi juga menjadi ruang pelayanan dan interaksi masyarakat," ujar Sukri.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah berharap pelaksanaan CFD ke depan dapat melibatkan lebih banyak OPD dan instansi terkait. Keterlibatan sektor kesehatan, lingkungan hidup, ekonomi kreatif, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dinilai akan semakin memperkaya manfaat kegiatan tersebut bagi masyarakat.

Untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan CFD, Dispora bersama sejumlah instansi terkait, termasuk Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Perhubungan, serta para instruktur senam, telah melakukan evaluasi guna menampung berbagai masukan yang berkembang di tengah masyarakat.

Salah satu usulan yang mencuat adalah pelaksanaan CFD pada hari Sabtu. Usulan tersebut muncul sebagai bentuk perhatian terhadap masyarakat Kristen yang pada Minggu pagi melaksanakan ibadah.

Menanggapi hal tersebut, Sukri menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah sangat menghormati keberagaman dan selalu terbuka terhadap setiap masukan yang disampaikan masyarakat.

"Kita di Maluku sangat menjunjung tinggi nilai hidup orang basudara dan menghargai keberagaman. Karena itu setiap masukan yang disampaikan masyarakat akan kami dengarkan dan menjadi bahan pertimbangan bersama," katanya.

Meski demikian, ia menjelaskan bahwa pelaksanaan CFD pada hari Minggu selama ini dipilih karena bertepatan dengan hari libur sehingga dapat diikuti lebih banyak masyarakat dari berbagai kalangan. Selain itu, pelaksanaan pada hari Sabtu juga perlu mempertimbangkan aktivitas sekolah yang masih berlangsung dan potensi gangguan lalu lintas akibat penutupan jalan.

"Semua masukan akan kami kaji secara matang. Yang terpenting adalah bagaimana keputusan yang diambil nantinya dapat mengakomodasi kepentingan masyarakat secara luas," jelasnya.

Sebagai bentuk inovasi dan pengembangan ruang publik, Dispora juga membuka peluang menghadirkan konsep kegiatan alternatif pada Sabtu sore. Jika CFD identik dengan olahraga pagi, maka kegiatan akhir pekan tersebut dapat diisi dengan pertunjukan seni, pameran budaya, sastra jalanan, musik komunitas, hingga berbagai aktivitas kreatif yang melibatkan generasi muda dan komunitas lokal.

Menurut Sukri, ruang publik harus mampu menjadi tempat bertemunya berbagai gagasan, kreativitas, dan potensi masyarakat tanpa memandang latar belakang.

"Yang terpenting adalah bagaimana ruang ini dapat dimanfaatkan oleh semua orang. Kita ingin CFD menjadi milik bersama, tempat masyarakat berkumpul, berolahraga, mendapatkan pelayanan, mengembangkan usaha, sekaligus menikmati kebersamaan dalam suasana yang harmonis," tutupnya.

Dengan konsep yang terus berkembang, CFD Maluku Tengah diharapkan tidak hanya menjadi sarana menjaga kesehatan masyarakat, tetapi juga menjadi pusat interaksi sosial, pemberdayaan ekonomi, dan penguatan nilai persaudaraan yang selama ini menjadi ciri khas kehidupan masyarakat Maluku Tengah. (MN-01).