
, MANUSELANEWS.COM
Bupati Maluku Tengah Tegaskan Politik Persaudaraan Saat Lantik Raja Siri Sori Islam
DAERAH
5/27/20262 min baca


MASOHI, MANUSELANEWS.COM. – Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, menegaskan pentingnya menjaga politik persaudaraan, memperkuat nilai adat, dan merawat solidaritas sosial dalam agenda Pelantikan Kepala Pemerintahan Negeri Siri Sori Islam, Raja Syarifudin Pattisahusiwa, Sabtu (23/5/2026).
Pelantikan yang berlangsung khidmat tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi Maluku, perwakilan pemerintah kabupaten/kota, tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat Negeri Siri Sori Islam.
Dalam sambutannya, Bupati Maluku Tengah menekankan bahwa negeri adat memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas sosial dan pembangunan masyarakat di Maluku Tengah. Menurutnya, pemerintahan negeri bukan hanya simbol adat, tetapi juga bagian penting dari sistem pemerintahan yang menjaga harmoni masyarakat.
“Negeri adat adalah kekuatan sosial dan budaya yang harus terus dijaga. Pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan masyarakat adat dan pemerintahan negeri,” ujar Zulkarnain Awat Amir di hadapan masyarakat dan tamu undangan.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat persaudaraan di tengah dinamika pembangunan dan tantangan sosial yang terus berkembang.
“Politik yang harus kita bangun di Maluku Tengah adalah politik persaudaraan, politik yang menyatukan, bukan memecah belah. Adat dan budaya harus menjadi fondasi dalam menjaga kedamaian dan masa depan daerah ini,” tegasnya.
Momentum pelantikan Raja Syarifudin Pattisahusiwa dinilai menjadi simbol penting dalam memperkuat eksistensi negeri adat sebagai identitas masyarakat Maluku yang tetap relevan di tengah perkembangan zaman.
Kehadiran para pejabat lintas daerah dalam agenda tersebut juga memperlihatkan bahwa pelestarian adat dan budaya masih menjadi perhatian bersama dalam tata pemerintahan modern.
Apresiasi terhadap sambutan Bupati Maluku Tengah disampaikan langsung oleh Darul Kutni Tuhepaly, anak Negeri Siri Sori Islam sekaligus pemerhati kebijakan publik dan politik Maluku. Ia menilai pidato Bupati sarat dengan pesan moral dan semangat persatuan.
“Bupati Maluku Tengah memperlihatkan kepemimpinan yang mengedepankan politik persaudaraan. Sambutannya tidak hanya formalitas, tetapi mengandung pesan moral yang kuat tentang pentingnya menjaga kebersamaan, adat, dan masa depan generasi muda Maluku,” ujar Darul usai kegiatan.
Menurut Darul, pendekatan kepemimpinan yang menempatkan adat dan persaudaraan sebagai kekuatan utama sangat dibutuhkan dalam menjaga stabilitas sosial masyarakat Maluku saat ini.
Ia juga berharap Raja Siri Sori Islam yang baru dilantik mampu menghadirkan pemerintahan negeri yang terbuka, responsif, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
“Sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintahan negeri harus terus diperkuat agar pembangunan di Maluku Tengah berjalan berkelanjutan dan menyentuh kebutuhan masyarakat,” tambahnya.
Pelantikan Raja Siri Sori Islam pada akhirnya tidak hanya menjadi agenda seremonial pemerintahan adat, tetapi juga menjadi momentum konsolidasi sosial dan penguatan nilai persaudaraan di tengah masyarakat Maluku.
Dengan pesan persatuan yang ditegaskan langsung oleh Bupati Maluku Tengah, masyarakat diharapkan terus menjaga solidaritas, merawat adat istiadat, serta menjadikan budaya sebagai kekuatan utama dalam membangun daerah yang damai dan maju. (MN-01).
