, MANUSELANEWS.COM

Bupati Malteng Audiensi dengan Kapolda Maluku, Perkuat Program Polisi Mengajar

DAERAH

9/22/20262 min baca

MASOHI, MANUSELANEWS.COM. – Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir melakukan audiensi dengan Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., Senin (21/9/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan Program Polisi Mengajar di Kabupaten Maluku Tengah.

Audiensi menjadi bagian dari upaya membangun kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah dan Polda Maluku di bidang pendidikan, khususnya penguatan karakter dan perlindungan pelajar.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Provincial Manager INOVASI Maluku Mus Mualim, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Tengah, Kabidkum Polda Maluku Kombes Pol. Aris Bachtiar, S.H., S.I.K., M.Si., Kabag Kerma Ro Ops Polda Maluku AKBP Luther Banne, S.H., M.H., serta Kasubdit BinPolmas Dit Binmas Polda Maluku Kompol Meytha M. Samuri, S.H.

Zulkarnain mengatakan, keterlibatan kepolisian dalam lingkungan pendidikan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan generasi muda, terutama dalam menghadapi berbagai persoalan sosial yang dapat memengaruhi pelajar.

“Sekolah bukan hanya tempat anak memperoleh pengetahuan, tetapi juga ruang untuk membentuk karakter. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, sekolah dan kepolisian penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung perkembangan anak,” kata Zulkarnain.

Program Polisi Mengajar diarahkan untuk memberikan penguatan kepada pelajar mengenai pendidikan karakter, kesadaran hukum, kedisiplinan, dan literasi digital. Program tersebut juga mencakup edukasi mengenai pencegahan perundungan (bullying) dan penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah.

Menurut Zulkarnain, program tersebut perlu dilaksanakan dengan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan sekolah dan karakteristik peserta didik. Karena itu, pelaksanaan awal akan dilakukan melalui pilot project di sekolah-sekolah yang berada dalam Gugus Wai, Kecamatan Salahutu.

“Program ini kita mulai melalui pilot project. Dari sana kita dapat melihat pelaksanaannya, kebutuhan sekolah, serta hal-hal yang perlu diperbaiki sebelum dikembangkan lebih luas,” ujarnya.

Kerja sama antara Pemkab Maluku Tengah dan Polda Maluku selanjutnya akan diperkuat melalui rencana penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU). Kesepakatan tersebut diharapkan menjadi landasan bagi pelaksanaan program secara berkelanjutan.

Zulkarnain menilai, kolaborasi lintas lembaga diperlukan agar pembinaan terhadap pelajar tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah.

“Pembinaan anak adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah, sekolah, orang tua, masyarakat dan kepolisian memiliki peran masing-masing. Yang kita bangun adalah sinergi agar anak-anak mendapatkan lingkungan yang aman sekaligus pendidikan karakter yang baik,” katanya.

Melalui Program Polisi Mengajar, Pemkab Maluku Tengah dan Polda Maluku berharap sinergi di bidang pendidikan dapat diperkuat, terutama dalam membangun kesadaran hukum, kedisiplinan, literasi digital, serta mencegah berbagai risiko sosial yang dihadapi pelajar.