, MANUSELANEWS.COM

Buka Bimtek Digitalisasi SD, Arifin Ely Dorong Guru Manfaatkan Teknologi

DAERAHPENDIDIKAN

9/21/20262 min baca

MASOHI, MANUSELANEWS.COM. – Sebanyak 50 guru dari sejumlah sekolah dasar (SD) terpilih di Kabupaten Maluku Tengah mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Digitalisasi Pembelajaran Pendidikan SD. Kegiatan tersebut dibuka Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Tengah, Muhammad Arifin Ely.

Dalam sambutannya, Arifin mengapresiasi para guru yang terpilih mengikuti kegiatan tersebut. Ia berharap Bimtek tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan, tetapi dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah.

“Manfaatkan kesempatan ini dengan baik. Apa yang diperoleh selama Bimtek harus dibawa kembali ke sekolah dan diterapkan dalam pembelajaran, sehingga teknologi benar-benar memberikan manfaat bagi peserta didik,” kata Arifin.

Menurut dia, digitalisasi pembelajaran menjadi salah satu kebutuhan dalam menghadapi perkembangan teknologi pendidikan. Guru dituntut mampu memanfaatkan perangkat dan media digital sebagai bagian dari strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Arifin mengatakan, kondisi geografis Maluku Tengah yang merupakan wilayah kepulauan menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan kegiatan peningkatan kompetensi guru. Sebagian peserta harus menempuh perjalanan dari pulau dan wilayah yang jauh untuk mengikuti pelatihan di Masohi.

Karena itu, ia berharap Direktorat Sekolah Dasar dapat memperhatikan persoalan transportasi dalam pelaksanaan kegiatan serupa pada masa mendatang.

“Kondisi geografis Maluku Tengah berbeda dengan daerah lain. Kita memiliki wilayah kepulauan, sehingga aspek transportasi perlu menjadi perhatian agar guru dari berbagai wilayah dapat mengikuti kegiatan peningkatan kompetensi dengan lebih baik,” ujarnya.

Arifin juga mendorong para guru memanfaatkan bantuan perangkat teknologi, seperti laptop dan perangkat digital lainnya, untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.

Ia menegaskan, teknologi tidak seharusnya dipandang sebagai sesuatu yang mewah. Jika dimanfaatkan secara tepat, perangkat digital dapat menjadi media untuk memperluas sumber belajar dan membantu guru menyampaikan materi secara lebih menarik.

“Digitalisasi bukan barang mewah. Ini adalah sarana pembelajaran yang bisa membuka wawasan anak dan membantu mereka memahami materi dengan cara yang lebih menarik,” kata Arifin.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi juga dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif, terutama bagi siswa sekolah dasar kelas rendah. Penggunaan gambar, video, maupun media digital lainnya dapat membantu guru menjelaskan materi yang sulit dipahami hanya melalui metode pembelajaran konvensional.

“Untuk anak-anak kelas rendah, misalnya, gambar dan media visual sangat membantu. Mereka bisa belajar sambil bermain, tetapi tetap mendapatkan pemahaman terhadap materi yang diajarkan,” ujarnya.

Arifin berharap para peserta mengikuti Bimtek yang berlangsung sekitar tiga hingga empat hari dengan serius. Ia juga meminta peserta tidak menyimpan pengetahuan yang diperoleh hanya untuk diri sendiri, tetapi membagikannya kepada guru lain di sekolah masing-masing.

“Setelah kembali ke sekolah, jangan berhenti pada diri sendiri. Bagikan pengetahuan dan pengalaman kepada guru-guru yang lain. Dengan begitu, manfaat kegiatan ini bisa dirasakan lebih luas,” katanya.

Melalui Bimtek tersebut, para guru diharapkan semakin mampu mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran sekaligus menyesuaikannya dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing satuan pendidikan di Maluku Tengah.