, MANUSELANEWS.COM

Banda Neira Sambut 74 Pelayar Mancanegara, Hidupkan Kembali Semangat Jalur Rempah

Redaksi

DAERAH

8/7/20262 min baca

MASOHI, MANUSELANEWS.COM. –Kepulauan Banda kembali menjadi perhatian dunia dengan kedatangan 74 pelayar mancanegara yang berlayar menggunakan 14 kapal pesiar (yacht) dalam rangkaian pelayaran internasional bertajuk The Spirit of Spice Islands. Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat posisi Banda Neira sebagai destinasi wisata bahari dan sejarah bertaraf internasional.

Para pelayar yang berasal dari Australia dan sejumlah negara lainnya memulai pelayaran dari Darwin pada 1 Agustus 2026 dan tiba di Kepulauan Banda pada 3–4 Agustus 2026. Kehadiran mereka disambut dalam Welcome Ceremony The Spirit of Spice Islands yang berlangsung di Banda Neira, Kamis (6/8/2026).

Dalam sambutan Bupati Maluku Tengah yang dibacakan pada acara tersebut, ditegaskan bahwa pelayaran ini bukan sekadar perjalanan wisata, melainkan simbol kebangkitan kembali semangat Jalur Rempah yang pernah menjadikan Banda sebagai pusat perdagangan dunia.

"Berabad-abad lalu, laut di sekitar Banda menjadi jalur perdagangan rempah yang menghubungkan berbagai bangsa. Hari ini, laut yang sama kembali mempertemukan kita, bukan untuk berdagang, tetapi untuk mempererat persahabatan, membangun perdamaian, dan memperkuat kolaborasi antarbangsa," demikian kutipan sambutan Bupati.

Bupati juga memperkenalkan Banda sebagai kawasan yang tidak hanya memiliki nilai sejarah yang mendunia, tetapi juga menawarkan keindahan alam bawah laut, kekayaan budaya, serta keramahan masyarakat yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan.

"Banda adalah perpaduan antara sejarah, budaya, dan keindahan alam. Kami berharap setiap tamu yang datang membawa pulang pengalaman berharga sekaligus menjadi duta yang memperkenalkan Banda kepada dunia," lanjutnya.

Kegiatan internasional tersebut diselenggarakan oleh Ambon Sailing Community (ASC) sebagai bagian dari upaya mempromosikan Banda Neira sebagai destinasi wisata bahari, sejarah, dan budaya yang mampu bersaing di tingkat global.

Selain memperkenalkan pesona Kepulauan Banda kepada komunitas pelayar internasional, kegiatan ini juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat melalui meningkatnya aktivitas sektor pariwisata, perhotelan, kuliner, transportasi, hingga usaha mikro dan ekonomi kreatif.

Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah menilai penyelenggaraan The Spirit of Spice Islands merupakan peluang strategis untuk memperluas promosi pariwisata daerah sekaligus memperkuat citra Banda sebagai salah satu ikon wisata unggulan Indonesia di kawasan timur.

"Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi agenda internasional tahunan. Semakin banyak wisatawan yang datang, semakin besar pula peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan," kata Bupati.

Melalui semangat The Spirit of Spice Islands, Banda Neira diharapkan kembali dikenal sebagai titik pertemuan dunia, bukan lagi karena perebutan rempah-rempah, melainkan sebagai destinasi yang menawarkan warisan sejarah, keindahan alam, dan ( lintas bangsa, sekaligus menjadi motor penggerak pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Maluku Tengah.