MANUSELANEWS.COM

60 Peserta Ikuti Pelatihan Pembelajaran Inklusif, Dinas Pendidikan Malteng Tekankan Hak Setiap Ana

DAERAHPENDIDIKAN

10/14/20261 min baca

MASOHI, MANUSELANEWS.COM. –Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maluku Tengah menggelar Pelatihan Guru Pembelajaran Inklusif bagi kepala sekolah dan guru pada 14–16 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Isabella Masohi ini diikuti 60 peserta dari 19 kecamatan se-Kabupaten Maluku Tengah.

Pelatihan tersebut mengusung tema “Merangkul Kebersamaan, Menguatkan Potensi, Mewujudkan Pembelajaran Inklusif yang Bermutu untuk Semua.” Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru serta kepala sekolah dalam menerapkan pembelajaran yang ramah, adaptif, dan sesuai dengan kebutuhan setiap peserta didik.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maluku Tengah, Husen Mukadar, dalam sambutannya menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak setiap anak tanpa membedakan kondisi fisik, intelektual, sosial, maupun karakteristik lainnya.

“Pendidikan inklusif bukan sekadar menerima semua anak di ruang kelas yang sama, tetapi memastikan setiap anak memperoleh kesempatan untuk berpartisipasi, belajar, berkembang, dan mencapai potensi terbaiknya,” tegas Husen.

Ia juga menekankan pentingnya peran guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, ramah, serta bebas dari perundungan dan diskriminasi.

Para kepala sekolah diharapkan turut mendukung penerapan pembelajaran inklusif sekaligus membangun budaya sekolah yang menghargai keberagaman.

Menurut Husen, kondisi geografis Kabupaten Maluku Tengah yang terdiri atas wilayah kepulauan, pesisir, dan pegunungan tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak untuk memperoleh layanan pendidikan yang bermutu.

Karena itu, diperlukan komitmen bersama untuk memastikan setiap peserta didik mendapatkan kesempatan belajar sesuai dengan kebutuhannya.

Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh di sekolah masing-masing serta memperkuat kerja sama dengan orang tua dan masyarakat.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah dalam mewujudkan pendidikan yang adil, berkualitas, dan memberikan kesempatan kepada setiap anak untuk

berkembang sesuai potensinya.

Husen menegaskan bahwa pendidikan inklusif bukan sekadar program, melainkan budaya dan komitmen bersama untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal. Dengan keterlibatan 60 peserta dari 19 kecamatan, pelatihan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat penerapan pembelajaran inklusif di sekolah-sekolah di Kabupaten Maluku Tengah.